alasan kenapa perempuan lebih sensitif, perasa, dan lebih gampang nangis :P
suatu ketika ada seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya, “bu, mengapa ibu menangis?”. lalu sang ibu menjawab, “karena ibu seorang wanita, nak”. “aku tak mengerti”, ucap anak itu kepada ibunya, dan ibunya berkata “kamu memang tidak akan pernah mengerti nak…” balas sang ibu sembari tersenyum dalam tangisannya.
karena masih penasaran, sang anak bertanya kepada ayahnya, “yah, mengapa ibu menangis?” lalu ayahnya pun menjawab, “semua wanita memang menangis tanpa alasan, nak”
lama kelamaan anak itu tumbuh menjadi seorang remaja. lalu suatu ketika ia teringat peristiwa ketika ibunya menangis. dalam solat malamnya dia berdoa dan bertanya kepada Allah, “Ya Allah, mengapa ibu saya menangis? Saya masih tidak mengerti sampai sekarang…” hanya itu kata-kata yang keluar dalam benaknya akhir-akhir ini.
setelah bers menunaikan solat malam, ia pun kembali tidur. dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang melintas dan tiba-tiba kakek tua itu berbicara, “Allah swt menciptakan wanita dengan sangat utama. Allah menciptakan bahu wanita agar dapay menopang seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu tersebut harus lembut ketika ditiduri oleh kepala bayi yang tertidur dalam pangkuannya. Allah swt juga menakdirkan wanita untuk dapat kuat dalam mengandung bayi dan melahirkannya meski seringkali bayi yang dilahirkannya itu mencaci, membentak, dan memarahinya. Allah swt juga memberikan keperkasaan kepada ibu, agar ia tetap kuat dan bisa menyemangati suami dan anak-anaknya ketika mereka sedang putus asa meski anaknya seringkali hanya diam melihat ibunya yang sedang sedih. Terlebih lagi, Allah swt juga memberikan kesabaran kepada seorang ibu dalam mengurus keluarganya meski lelah, capek, tanpa berkeluh kesah meski seringkali anaknya menolak permintaan ibunya hanya untuk mengambilkan sesuatu. Allah swt memberikan rasa peka kepada seorang ibu agar ia bisa mengerti perasaan anak dan suaminya meski kadang mereka tidak bisa mengerti perasaan ibu. Dan terakhir Allah swt memberikan air mata kepada seorang ibu agar ia dapat mencurahkan perasaan dan menggunakannya kapan saja ia inginkan. Maka dekatkanlah diri kamu kepada ibumu kalau ia masih hidup”
Seketika anak tersebut bangun dan terdiam di atas kasurnya, ia merasa kaget dengan mimpinya sambil merenungi kalimat demi kalimat yang diucapakan oleh kakek tua dalam mimpinya. Tak terasa air matanya mengalir, mengingat semua tingkah laku dan perbuatannya kepada ibunya, seketika itu juga ia langsung menuju kamar ibunya, dan ketika ia didekat pintu kamar ibunya yang sedikit terbuka, ia melihat ibunya yang sedang menangis dalam solat malamnya, dalam tangisannya, sang ibu berdoa kepada Allah, “Ya Allah, semoga engkau senantiasa mencurahkan kasih sayang dan ridhoMu pada keluarga kami, jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, jadikanlah anakku ini anak yang soleh, berbakti pada kedua orang tuanya, dan juga senantiasa patut pada perintah agama, jangan jadika ia anak yang durhaka, jangan jadikan ia anak yang nakal, karena bagaimanapun, anak sayalah yang akan mendoakan saya kelak ketika saya sudah berada di sampingmMu.”
Ketika larut dalam tangisan dan doanya, ibu mendapat sebuah rangkulan, sebuah pelukan dari anaknya, mereka berduapun akhirnya menagis, menangis, dan menangis…
read this story, please understand the way women feel, and don’t be heartless :P :D

